Berkah Poker SEO

Jaringan Situs Poker Online

Beli Cabai di Pasar, Pria Ini Terkejut Lihat Kertas Pembungkusnya

Pria ini terkejut lihat kertas pembungkus cabai yang dibelinya (foto: info cegatan solo)

SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA – Hingga kini, pasar tradisional masih menjadi pilihan untuk belanja berbagai kebutuhan pokok. Biasanya para pedagang akan membungkus berbagai kebutuhan pokok yang mereka jual itu dengan kertas. Mulai dari koran hingga berbagai kertas bekas lainnya.

SITUS POKER ONLINE – Namun, sebaiknya kalian perhatikan baik-baik kertas pembungkus ketika membeli bumbu dapur di pasar tradisional. Pasalnya, ketika membeli cabai di sebuah pasar di Solo, seorang pria mendapatkan kertas pembungkus yang tak pernah diduga sebelumnya.

Pria tersebut menemui surat tanda kelulusan tingkat SMP tahun 2001/2003. Pemiliknya diketahui bernama Nanang Dwi Pamungkas dan berasal dari SLTP Kristen 1 Surakarta.

Pria ini terkejut lihat kertas pembungkus cabai yang dibelinya (foto: info cegatan solo)

AGEN POKER – Pria yang tak disebutkan identitasnya itu kemudian mengunggah foto kertas tersebut ke akun Instagram Info Cegatan Solo.

” Min..ini sya tadi menemukan surat kelulusan buat bungkus cabe. Kalau yg merasa kehilangan bisa DM atau hub 085799995191. Mksh,” tulisnya.

AGEN DOMINO – Tentu banyak yang menyayangkan jika surat kelulusan tersebut digunakan sebagai kertas pembungkus cabai. Padahal rata-rata nilai pada kertas tersebut terbilang cukup tinggi, yakni 7,25. Hanya saja ada satu mata pelajaran yang mendapatkan nilai kurang baik, yakni matematika dengan nilai 4.

Pria ini terkejut lihat kertas pembungkus cabai yang dibelinya (foto: info cegatan solo)

AGEN BANDARQ – Oleh karena itu, banyak warganet berspekulasi bahwa kemungkinan besar kertas tersebut dibuang lantaran nilai matematika yang jelek tersebut.

“Pantas dibuat bungkus cabe lha nilai matematika aja 4,” kata akun @wawan_van_java.

Berkah Poker SEO © 2017 DMCA.com Protection Status RSS Statistici Web Top  blogs ping fast </span>
	
					<span id=Frontier Theme